Selasa, 10 Februari 2015

Ruang Lingkup Entomologi

Entomologi adalah ilmu yang mempelajari serangga dan hewan sejenis  seperti tungau, caplak dan laba-laba dalam hubungannya dengan kesehatan manusia. Entomologi selain mencangkup kesehatan manusia juga kesehatan hewan. Saat ini perkembangan ilmu dan teknologi dibidang kesehatan telah maju dengan sangat pesat seiring dengan meningkaynya populasi manusia dan berkembangnya penyakit-penyakit yang ditularkan oleh serangga.

Entomologi kini menjadi dasar utama dalam ilmu-ilmu hewan lainnya, seperti arachnology, akarologi, nematology, bakteriologi, virology, mikrobiologi. Ilmu-ilmu ini mempunyai keterkaitan antara satu dengan yang lain. Dan perlu dipahami untuk mengetahui hubungan antara serangga dan artropoda lainnya dengan pathogen penyakit pada manusia dan hewan.
Perkembangan dalam bidang entomologi modern telah membuka banyak rahasia tentang peran serta serangga dan anggota-anggota artropoda lainya dalam hubungannya dengan manusia dan hewan. Serangga merupakan hewan yang paling sukses menempati berbagai habitat kehidupan dan menjadi hewan yang terbesar dalam jumlah dan jenis spesies, serta mempunyai peran yang sangat penting dalam ekosistem dunia. Serangga berinteraksi baik secara langsung maupun tudak langsung dengan manusia dan hewan dalam satu rantai makanan.
Hubungan antara manusia dan hewan dengan serangga sering sangat rumit untuk dipahami. Oleh karena itu, pengetahuan tentang biologi dan ekologi serangga maupun patologi, histologi dan toksikologi bahkan ekosistem lingkungan secara umum menjadi penting. Perombakan atau penebangan kayu di hutan, perluasan area pertanian, perluasan pemukiman, pengembangan industry dan program-program pembangunan lainnya sering menimbulkan kontradiksi yang sulit untuk diselesaikan. Umumnya masing-masing memiliki kepentingannya sendiri-sendiri. Di satu pihak perluasan pertanian, penebangan hutan, pembukaan pertambangan dan kesempatan kerja, tetapi di pihak lain dapat merusak lingkungan dan mengakibatkan timbulnya penyakit-penyakit baru.
Harwood dan James (1979) mengemukakan bahwa tujuan entomologi manusia dan hewan adalah untuk mengendalikan, mencegah dan bila mungkin membasmi artropoda yang berhubungan dengan penyakit manusia dan hewan. Pepatah tua yang menyebutkan “pencegahan lebih baik daripada pengobatan” sangat berarti untuk banyak tipe penyakit pada manusia dan hewan seperti malaria, DBD dan tifus.

Pencegahan penyakit merupakan aksi yang paling tepat sedangkan pengendalian adalah suatu kegiatan yang biasanya memerlukan metode khusus, baik itu beberapa pengendalian secara kimia dengan menggunakan pestisida atau berbentuk lainnya seperti kultural, hayati, mekanik, fisik dan genetic. Salahsatu aspek penting dalam program pencegahan ialah sanitasi lingkungan yang sebetulnya merupakan bagian dari cara pengendalian kultural.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar