Entomologi adalah ilmu yang mempelajari
serangga dan hewan sejenis seperti
tungau, caplak dan laba-laba dalam hubungannya dengan kesehatan manusia.
Entomologi selain mencangkup kesehatan manusia juga kesehatan hewan. Saat ini
perkembangan ilmu dan teknologi dibidang kesehatan telah maju dengan sangat
pesat seiring dengan meningkaynya populasi manusia dan berkembangnya
penyakit-penyakit yang ditularkan oleh serangga.
Entomologi kini menjadi dasar utama dalam
ilmu-ilmu hewan lainnya, seperti arachnology, akarologi, nematology,
bakteriologi, virology, mikrobiologi. Ilmu-ilmu ini mempunyai keterkaitan
antara satu dengan yang lain. Dan perlu dipahami untuk mengetahui hubungan
antara serangga dan artropoda lainnya dengan pathogen penyakit pada manusia dan
hewan.
Perkembangan dalam bidang entomologi modern
telah membuka banyak rahasia tentang peran serta serangga dan anggota-anggota
artropoda lainya dalam hubungannya dengan manusia dan hewan. Serangga merupakan
hewan yang paling sukses menempati berbagai habitat kehidupan dan menjadi hewan
yang terbesar dalam jumlah dan jenis spesies, serta mempunyai peran yang sangat
penting dalam ekosistem dunia. Serangga berinteraksi baik secara langsung
maupun tudak langsung dengan manusia dan hewan dalam satu rantai makanan.
Hubungan antara manusia dan hewan dengan
serangga sering sangat rumit untuk dipahami. Oleh karena itu, pengetahuan
tentang biologi dan ekologi serangga maupun patologi, histologi dan toksikologi
bahkan ekosistem lingkungan secara umum menjadi penting. Perombakan atau
penebangan kayu di hutan, perluasan area pertanian, perluasan pemukiman,
pengembangan industry dan program-program pembangunan lainnya sering
menimbulkan kontradiksi yang sulit untuk diselesaikan. Umumnya masing-masing memiliki
kepentingannya sendiri-sendiri. Di satu pihak perluasan pertanian, penebangan
hutan, pembukaan pertambangan dan kesempatan kerja, tetapi di pihak lain dapat
merusak lingkungan dan mengakibatkan timbulnya penyakit-penyakit baru.
Harwood dan James (1979) mengemukakan bahwa
tujuan entomologi manusia dan hewan adalah untuk mengendalikan, mencegah dan
bila mungkin membasmi artropoda yang berhubungan dengan penyakit manusia dan
hewan. Pepatah tua yang menyebutkan “pencegahan lebih baik daripada pengobatan”
sangat berarti untuk banyak tipe penyakit pada manusia dan hewan seperti
malaria, DBD dan tifus.
Pencegahan penyakit merupakan aksi yang
paling tepat sedangkan pengendalian adalah suatu kegiatan yang biasanya
memerlukan metode khusus, baik itu beberapa pengendalian secara kimia dengan
menggunakan pestisida atau berbentuk lainnya seperti kultural, hayati, mekanik,
fisik dan genetic. Salahsatu aspek penting dalam program pencegahan ialah
sanitasi lingkungan yang sebetulnya merupakan bagian dari cara pengendalian
kultural.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar